Di tengah ketegangan yang terus memuncak di Timur Tengah, China memainkan peran aktif dalam upaya mempertahankan gencatan senjata di Iran. Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, menekankan bahwa gencatan senjata ini harus segera dipertahankan untuk menjaga stabilitas ekonomi global. Menurut Fu, krisis Selat Hormuz yang tengah berlangsung harus segera diatasi dengan membuka kembali jalur perdagangan energi yang vital tersebut.
China khawatir bahwa retorika perang yang terus meningkat dapat memicu gelombang serangan baru dan mengganggu stabilitas kawasan. Fu Cong menegaskan bahwa komunitas internasional harus dimobilisasi untuk menolak dimulainya kembali pertempuran dan mendorong negosiasi dengan niat baik antara kedua belah pihak. "Isu paling mendesak adalah menjaga gencatan senjata. Gencatan senjata ini harus bertahan lama, dan harus ada negosiasi dengan niat baik antara kedua belah pihak," ujar Fu.
Tuntutan China terhadap Iran dan AS
China menuntut Iran untuk segera mencabut pembatasan di Selat Hormuz, sedangkan AS dituntut menghentikan blokade laut yang saat ini dilakukan oleh militer AS. Fu Cong juga menekankan perlunya langkah timbal balik dari kedua belah pihak untuk mencapai solusi damai. Rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China bulan ini diyakini akan membahas krisis jalur perdagangan energi sebagai topik panas jika blokade belum berakhir.
China secara tegas membantah tuduhan dari sejumlah pejabat AS mengenai adanya kerja sama militer antara China dan Iran, dengan menyebut tudingan tersebut sebagai informasi "palsu". Dengan demikian, China menegaskan komitmennya untuk mempertahankan stabilitas global dan mendorong solusi damai di kawasan Timur Tengah.
Sumber: CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia






