Kistoday — Koramil 1610/Krangkeng turut mengawal jalannya rapat koordinasi dan audiensi masyarakat Desa Srengseng bersama ormas GMBI Kecamatan Kerangkeng di kawasan Pabrik Sepatu SBL, Desa Dukuhjati, Kecamatan Kerangkeng, Kabupaten Indramayu, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan gabungan aparat TNI-Polri serta unsur pemerintah kecamatan. Audiensi digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait dampak aktivitas perusahaan dan sistem rekrutmen tenaga kerja di kawasan industri tersebut.
Dalam forum tersebut, warga menyampaikan sejumlah tuntutan penting yang dinilai perlu segera mendapat perhatian dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah.
Beberapa poin yang menjadi sorotan utama di antaranya penertiban lalu lintas jalan di sekitar kawasan pabrik, penyediaan fasilitas parkir kendaraan, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), serta penertiban pedagang kaki lima yang mulai memadati area sekitar perusahaan.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti sistem rekrutmen tenaga kerja yang dinilai belum berjalan secara maksimal dan transparan. Warga mengeluhkan aplikasi yang digunakan saat proses tes penerimaan kerja sering mengalami gangguan atau error sehingga menyulitkan para pelamar kerja lokal.
Dalam audiensi tersebut, warga juga meminta adanya keterlibatan organisasi masyarakat dalam proses pengawasan maupun pendampingan rekrutmen tenaga kerja agar lebih terbuka dan berpihak kepada masyarakat sekitar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kerangkeng Indra Maulana, Kapolsek Kerangkeng Nandang, perwakilan Koramil 1610/Krangkeng Serka Tarkim selaku Wakil Danramil, Kuswanto sebagai perwakilan aliansi masyarakat, Sdr Gaper dari ormas GMBI, serta masyarakat Desa Srengseng dan sekitarnya.
Perwakilan Koramil 1610/Krangkeng, Serka Tarkim, mengatakan kehadiran TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kondusivitas wilayah sekaligus memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan tertib dan damai.
“Kami dari Koramil Krangkeng hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif. Aspirasi masyarakat harus disampaikan dengan baik dan tetap menjaga ketertiban bersama,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan kawasan industri di wilayah Kerangkeng harus dibarengi dengan komunikasi yang baik antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah agar tidak memunculkan persoalan sosial di kemudian hari.
“Kami berharap semua pihak bisa saling menjaga komunikasi dan mencari solusi bersama demi kepentingan masyarakat serta iklim investasi yang tetap kondusif,” katanya.
Sementara itu, Camat Kerangkeng Indra Maulana menyampaikan pemerintah kecamatan siap menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pihak perusahaan agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara musyawarah.
“Kami berharap aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan baik dan situasi wilayah tetap aman,” ujarnya.
Aktivitas industri yang terus berkembang di wilayah Indramayu, khususnya Kecamatan Kerangkeng, memang mulai membawa dampak baru terhadap kondisi sosial masyarakat sekitar. Selain membuka peluang kerja, keberadaan industri juga memunculkan kebutuhan penataan infrastruktur dan pelayanan publik yang lebih baik.
Masyarakat berharap perusahaan tidak hanya fokus pada aktivitas produksi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan dan kesejahteraan warga sekitar kawasan industri.
Selama kegiatan audiensi berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif hingga acara selesai. Aparat gabungan bersama unsur pemerintah daerah terus melakukan pemantauan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Kerangkeng.






