Kistoday — Tradisi adat Mapag Sri kembali digelar masyarakat Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu sebagai bentuk rasa syukur menjelang musim panen padi. Kegiatan yang sarat nilai budaya dan spiritual ini berlangsung khidmat di Balai Desa Gadingan, Rabu (5/5/2026).
Acara diawali dengan doa bersama dan tahlil yang diikuti oleh unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat setempat. Tradisi ini menjadi bagian dari warisan budaya turun-temurun yang masih terus dijaga oleh warga sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas hasil pertanian yang akan dipanen.
Hadir dalam kegiatan tersebut Opik Hidayat, Kapolsek Sliyeg AKP Edi Mulyana Setiadji, serta Danramil 1607/Sliyeg Lettu Cke Anton Susilo. Selain itu, Kuwu Desa Gadingan Suwarto, Kuwu Desa Mekargading Sofyan Gunawan, perangkat desa, serta masyarakat turut memeriahkan acara.
Kegiatan Mapag Sri tidak hanya diisi dengan doa bersama, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara unsur Forkopimcam Sliyeg dengan masyarakat. Suasana kebersamaan terlihat jelas dalam sesi ramah tamah yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Kuwu Desa Gadingan menyampaikan bahwa tradisi Mapag Sri merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus wujud syukur atas hasil bumi yang diberikan. Tradisi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
“Mapag Sri adalah warisan budaya yang harus kita jaga. Ini bukan hanya soal tradisi, tapi juga bentuk rasa syukur dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Selain rangkaian doa dan silaturahmi, acara juga dimeriahkan dengan pagelaran seni sandiwara “Gelora Buana” dari Desa Tambi. Pertunjukan ini menjadi hiburan bagi warga sekaligus pelestarian seni budaya lokal yang masih diminati masyarakat.
Tradisi Mapag Sri sendiri merupakan ritual khas masyarakat agraris di Indramayu yang dilakukan menjelang panen padi. Kegiatan ini dipercaya membawa berkah dan kelancaran dalam proses panen serta hasil yang melimpah.
Kehadiran unsur pemerintah dan aparat keamanan dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal. Selain itu, kegiatan berjalan dengan tertib dan aman hingga selesai.
Masyarakat Desa Gadingan berharap tradisi Mapag Sri dapat terus dilestarikan oleh generasi mendatang sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Dengan menjaga tradisi, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, dan aparat semakin erat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menyongsong musim panen yang penuh harapan.






