Kistoday - Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Shirothol Mustaqiem, Desa Karanglayung, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, berlangsung aman dan tertib di bawah pengamanan ketat aparat gabungan. Peran Babinsa, Serma Ahmad Mu’minin, menjadi sorotan dalam menjaga kelancaran ibadah yang diikuti ratusan jamaah pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026.
Sejak pukul 07.00 WIB, aparat keamanan telah bersiaga di sekitar lokasi guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan. Kehadiran petugas gabungan dari unsur TNI dan Polri memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah di masjid tersebut.
Pengamanan kegiatan ini semakin istimewa dengan keterlibatan langsung perwira dari Mabes Polri, Iptu Yodo, yang hadir bersama lima anggota lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan aparat dalam memastikan pelaksanaan Salat Id berjalan tanpa kendala.
Selain itu, unsur pengamanan juga diperkuat oleh Bripka Ugi yang turut melakukan pengawasan di lingkungan sekitar. Sinergi antara Babinsa dan Bhabinkamtibmas menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang kondusif di tengah masyarakat.
Babinsa Serma Ahmad Mu’minin terlihat aktif berkoordinasi dengan seluruh unsur pengamanan serta panitia pelaksana. Ia memastikan jamaah dapat menempati area salat dengan tertib dan nyaman. Pengaturan arus kedatangan dan kepulangan jamaah juga dilakukan secara terstruktur untuk menghindari penumpukan.
Selain aparat keamanan, kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur pemerintahan desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kepala desa setempat, H. Kasmana, turut hadir bersama perangkat desa untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.
Kehadiran para tokoh masyarakat dan tokoh agama memberikan nuansa kebersamaan yang kental dalam pelaksanaan Salat Idul Fitri tahun ini. Mereka berbaur dengan warga dalam suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan.
Selama pelaksanaan ibadah berlangsung, situasi di sekitar masjid terpantau aman dan tertib. Tidak ditemukan gangguan berarti, baik dari segi keamanan maupun kelancaran kegiatan. Jamaah dapat mengikuti rangkaian salat hingga khutbah dengan khidmat.
Keberhasilan pengamanan ini tidak lepas dari koordinasi yang solid antara seluruh unsur yang terlibat. Babinsa sebagai ujung tombak TNI di wilayah dinilai mampu menjalankan perannya dengan baik dalam menjaga stabilitas keamanan di tingkat desa.
Sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah desa menjadi contoh nyata kolaborasi dalam menjaga ketertiban masyarakat. Hal ini juga mencerminkan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi momen-momen penting keagamaan yang melibatkan banyak orang.
Masyarakat Desa Karanglayung pun mengapresiasi kehadiran aparat keamanan yang telah memberikan rasa nyaman selama pelaksanaan Salat Idul Fitri. Banyak warga merasa lebih tenang dan fokus beribadah berkat pengamanan yang optimal.
Momentum Idul Fitri tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat. Kehadiran Babinsa dan aparat lainnya di tengah warga memperkuat kepercayaan serta kedekatan emosional.
Dengan berakhirnya kegiatan dalam kondisi aman dan lancar, pelaksanaan Salat Idul Fitri di Masjid Shirothol Mustaqiem menjadi contoh sukses pengamanan berbasis sinergi. Peran Babinsa seperti Serma Ahmad Mu’minin kembali membuktikan pentingnya kehadiran aparat di tengah masyarakat.
Ke depan, pola pengamanan terpadu seperti ini diharapkan terus dipertahankan guna memastikan setiap kegiatan masyarakat, khususnya pada momen besar keagamaan, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.






