Kistoday -Pengamanan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah perbatasan Kabupaten Indramayu mendapat perhatian serius dari aparat gabungan. Salah satu titik krusial yang menjadi fokus pengawasan adalah Jembatan Sewo, yang dikenal sebagai jalur strategis penghubung antarwilayah. Pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026, kegiatan apel dan pengamanan arus mudik digelar dengan melibatkan unsur TNI, Polri, dan tenaga kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, peran Babinsa dari Koramil 1614/Anjatan, Serda Bambang, menjadi sorotan. Bersama rekannya Kopka Ito Rasito, ia turut terjun langsung mengamankan jalannya arus kendaraan yang melintasi kawasan tersebut. Kehadiran aparat di lapangan memberikan rasa aman bagi para pemudik yang melintas di jalur utama tersebut.
Sejak pukul 08.00 WIB, personel gabungan telah bersiaga di Pos Pengamanan (Pos Pam) Jembatan Sewo, Desa Sukra, Kecamatan Sukra. Arus lalu lintas terpantau ramai namun tetap terkendali. Petugas melakukan pemantauan intensif serta pengaturan kendaraan guna menghindari kemacetan, terutama pada jam-jam padat.
Selain unsur TNI, pengamanan juga melibatkan personel dari Polsek Sukra. Beberapa anggota yang bertugas di antaranya Aipda Ade, Bripka Edi, Brigadir Riyanto, serta Briptu Zaedin. Mereka bekerja sama dengan aparat TNI dalam mengatur lalu lintas dan memberikan imbauan kepada para pengendara.
Menariknya, dalam pengamanan kali ini tidak terdapat keterlibatan dari Satuan Polisi Pamong Praja maupun Dinas Perhubungan. Meski demikian, kekuatan personel yang ada dinilai cukup untuk mengendalikan situasi di lapangan.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, tim medis dari Puskesmas Sukra juga disiagakan di lokasi. Dua tenaga kesehatan, yakni H. Tati dan Nurhasanah, turut berjaga untuk memberikan pertolongan pertama jika terjadi kondisi darurat bagi para pemudik.
Jembatan Sewo sendiri dikenal sebagai salah satu titik vital yang kerap mengalami peningkatan volume kendaraan saat musim mudik Lebaran. Oleh karena itu, kehadiran pos pengamanan menjadi langkah strategis dalam mengantisipasi potensi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.
Babinsa Serda Bambang terlihat aktif melakukan pemantauan langsung di lapangan. Ia bersama aparat lainnya mengarahkan kendaraan, membantu pengguna jalan, serta memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar. Pendekatan humanis juga dilakukan dengan memberikan imbauan kepada pemudik agar tetap berhati-hati selama perjalanan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pos Pam Jembatan Sewo terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan signifikan yang dapat menghambat arus mudik. Para pemudik pun dapat melanjutkan perjalanan dengan nyaman.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Polri, dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pada momentum arus mudik Lebaran. Kolaborasi yang solid menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.
Pengamanan di titik-titik strategis seperti Jembatan Sewo diharapkan dapat terus ditingkatkan, mengingat perannya yang vital sebagai jalur penghubung antar daerah. Evaluasi dan kesiapsiagaan menjadi faktor penting dalam menghadapi lonjakan arus kendaraan setiap tahunnya.
Dengan adanya pengamanan yang optimal, masyarakat dapat merasakan perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman. Peran Babinsa seperti Serda Bambang pun kembali menunjukkan pentingnya kehadiran aparat di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga pelayanan kemanusiaan.
Momentum mudik Lebaran tahun ini di wilayah Sukra, Indramayu, menjadi contoh bagaimana koordinasi yang baik antarinstansi mampu menciptakan situasi yang kondusif, sekaligus memberikan rasa tenang bagi para pemudik yang hendak merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.






