Kistoday — Guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di masyarakat, aparat TNI melalui Koramil 1613/Terisi terus melakukan pemantauan langsung di lapangan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan serta mengantisipasi lonjakan harga di tingkat konsumen.
Pada Rabu (25/3/2026) pagi, mulai pukul 08.00 WIB, Serma Solihin selaku anggota Koramil 1613/Terisi melaksanakan monitoring dan pengecekan harga sembako di Desa Cikedunglor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu.
Dalam kegiatan tersebut, Serma Solihin turun langsung ke lapangan untuk berinteraksi dengan pedagang dan masyarakat guna memperoleh data harga terkini berbagai kebutuhan pokok. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi kenaikan harga yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat.
“Hasil pemantauan menunjukkan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok di wilayah ini masih relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan,” ujar Serma Solihin di sela kegiatan.
Berdasarkan hasil pengecekan, harga sejumlah komoditas tercatat masih dalam batas wajar. Harga beras berada di kisaran Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng dijual sekitar Rp17.000 per kilogram. Untuk telur ayam, harga tercatat Rp33.000 per kilogram.
Sementara itu, komoditas lainnya seperti jagung berada di harga Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp17.000 per kilogram, serta kacang kedelai Rp19.000 per kilogram. Adapun untuk bumbu dapur, harga bawang merah mencapai Rp44.000 per kilogram dan bawang putih Rp40.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan protein hewani, daging ayam dijual sekitar Rp38.000 per kilogram, sedangkan daging sapi berada di kisaran Rp135.000 per kilogram.
Serma Solihin menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini rutin dilakukan guna memastikan tidak terjadi penimbunan barang atau permainan harga oleh pihak-pihak tertentu yang dapat merugikan masyarakat.
“Kami akan terus melakukan pemantauan secara berkala. Jika ditemukan adanya indikasi kenaikan harga yang tidak wajar atau kelangkaan barang, akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait,” tegasnya.
Selain memantau harga, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi sosial antara aparat TNI dan masyarakat. Melalui interaksi langsung, berbagai informasi dari warga dapat dihimpun sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Warga setempat menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka berharap kehadiran aparat di lapangan dapat memberikan rasa tenang sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, terutama menjelang momen-momen penting seperti hari besar keagamaan.
Kegiatan monitoring dan pengecekan harga sembako ini berlangsung dalam keadaan aman dan lancar. Dengan adanya langkah proaktif dari aparat kewilayahan, diharapkan kondisi ekonomi masyarakat tetap stabil dan kebutuhan pokok dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau.






