Kistoday - Pergerakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mulai menunjukkan kenaikan di sejumlah wilayah. Di Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Muksin, turun langsung melakukan monitoring harga sembako guna memastikan stabilitas pasokan dan harga di tingkat masyarakat.
Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026, sekitar pukul 08.00 WIB di salah satu warung milik warga, yakni Warung Kasirih. Langkah ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Dari hasil pemantauan di lapangan, ditemukan bahwa beberapa komoditas utama mengalami kenaikan harga, sementara sebagian lainnya masih relatif stabil. Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.
Harga beras tercatat masih stabil di angka Rp15.800 per kilogram. Begitu pula dengan minyak goreng yang berada di kisaran Rp16.000 per kilogram serta daging ayam yang bertahan di harga Rp38.000 per kilogram. Jagung juga masih berada di harga normal, yakni Rp11.000 per kilogram.
Namun, sejumlah komoditas lain mulai mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Telur ayam, misalnya, kini dijual dengan harga Rp38.000 per kilogram setelah sebelumnya berada di bawah angka tersebut. Kenaikan juga terjadi pada daging sapi yang kini menembus Rp150.000 per kilogram.
Tidak hanya itu, bahan pokok dapur lainnya seperti gula pasir, bawang merah, dan bawang putih juga mengalami lonjakan harga. Gula pasir kini berada di harga Rp16.000 per kilogram, sementara bawang merah mencapai Rp48.000 per kilogram dan bawang putih menyentuh Rp42.000 per kilogram.
Kacang kedelai turut mengalami kenaikan dengan harga Rp19.000 per kilogram. Kenaikan harga pada sejumlah komoditas ini diduga dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran serta faktor distribusi barang.
Babinsa Serka Muksin menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali. Selain itu, pihaknya juga berupaya memberikan laporan cepat kepada komando atas terkait perkembangan harga di lapangan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi harga sembako di masyarakat, sehingga jika terjadi lonjakan signifikan dapat segera dilaporkan dan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini kondisi di lapangan masih terpantau aman dan kondusif. Ketersediaan barang kebutuhan pokok dinilai masih mencukupi, meskipun terdapat beberapa kenaikan harga pada komoditas tertentu.
Masyarakat di Desa Srengseng berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi rumah tangga. Kenaikan harga yang terus berlanjut dikhawatirkan akan memberatkan masyarakat.
Langkah monitoring yang dilakukan Babinsa mendapat apresiasi dari warga. Kehadiran aparat di tengah masyarakat dinilai memberikan rasa perhatian sekaligus memastikan kondisi ekonomi tetap terpantau dengan baik.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dari aspek ekonomi. Monitoring harga sembako secara rutin diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam mengantisipasi gejolak pasar.
Dengan adanya pemantauan langsung di lapangan, diharapkan pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah strategis apabila terjadi lonjakan harga yang signifikan. Stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi faktor penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya menjelang momen besar seperti Idul Fitri.
Secara keseluruhan, kegiatan monitoring yang dilakukan Babinsa Serka Muksin berjalan lancar, tertib, dan aman. Kondisi ini menjadi indikator bahwa situasi di wilayah Kecamatan Krangkeng masih terkendali, meskipun terdapat dinamika harga pada beberapa komoditas sembako.






