Kistoday - Pergerakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah terus menjadi perhatian aparat di wilayah Kabupaten Indramayu. Untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serma Sanudin, turun langsung melakukan monitoring di Pasar Terisi, Sabtu pagi, 21 Maret 2026.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan terhadap dinamika harga sembako di tingkat pasar tradisional. Pasar Terisi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat menjadi salah satu titik strategis untuk memantau kondisi riil harga kebutuhan pokok.
Dalam kegiatan tersebut, Serma Sanudin melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pedagang guna mendapatkan data harga terkini. Selain itu, ia juga berdialog dengan para pedagang dan pembeli untuk mengetahui kondisi pasokan serta daya beli masyarakat menjelang Lebaran.
Dari hasil monitoring, diketahui bahwa harga sejumlah komoditas masih relatif stabil, meskipun beberapa di antaranya menunjukkan kecenderungan fluktuatif. Harga beras tercatat berada di angka Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng dijual Rp17.000 per kilogram.
Komoditas lainnya seperti telur ayam berada di kisaran Rp33.000 per kilogram, jagung Rp10.000 per kilogram, dan gula pasir Rp17.000 per kilogram. Sementara itu, kacang kedelai dijual dengan harga Rp19.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan dapur lainnya, harga bawang merah tercatat Rp44.000 per kilogram dan bawang putih Rp40.000 per kilogram. Daging ayam masih berada di angka Rp38.000 per kilogram, sedangkan daging sapi dijual sekitar Rp135.000 per kilogram.
Menurut Serma Sanudin, secara umum kondisi harga masih dalam batas wajar meskipun terdapat perbedaan harga antar komoditas. Ia menilai kenaikan pada beberapa bahan pokok merupakan hal yang lazim terjadi menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri.
“Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali serta ketersediaan barang mencukupi bagi masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini pasokan bahan pokok di wilayah Terisi masih aman. Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga yang lebih tinggi.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar mendapat respons positif dari masyarakat. Para pedagang merasa diperhatikan, sementara pembeli merasa lebih tenang karena adanya pengawasan dari aparat terkait kondisi harga di lapangan.
Selain sebagai bentuk pengawasan, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi antara aparat dengan masyarakat. Informasi yang diperoleh di lapangan nantinya akan menjadi bahan laporan untuk ditindaklanjuti oleh pihak terkait apabila terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Fenomena fluktuasi harga sembako menjelang Lebaran memang menjadi perhatian rutin setiap tahunnya. Tingginya permintaan masyarakat sering kali berdampak pada kenaikan harga, terutama pada komoditas utama seperti daging, telur, dan bumbu dapur.
Oleh karena itu, langkah monitoring yang dilakukan oleh aparat kewilayahan seperti Babinsa dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Deteksi dini terhadap perubahan harga diharapkan mampu mencegah gejolak yang lebih besar.
Secara keseluruhan, kegiatan monitoring dan pengecekan harga sembako di Pasar Terisi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kondisi ini menunjukkan bahwa situasi ekonomi di wilayah tersebut masih terkendali meskipun dihadapkan pada momentum peningkatan kebutuhan menjelang Idul Fitri.
Dengan adanya pengawasan langsung dari aparat, diharapkan stabilitas harga dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan Lebaran dengan lebih tenang dan terjangkau.






