Kistoday – Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan aparat kewilayahan. Salah satunya ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 1613/Terisi, Pelda Eryana, yang turun langsung ke lapangan melakukan monitoring harga sembako di wilayah binaannya. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa pagi (24/3/2026) di Pasar Terisi, Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Langkah sigap Babinsa tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI AD, khususnya melalui jajaran Kodim 0616/Indramayu, dalam memastikan ketersediaan serta kestabilan harga bahan pokok di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan bentuk deteksi dini terhadap potensi gejolak harga yang dapat berdampak langsung pada daya beli warga.
Sejak pukul 08.00 WIB, Pelda Eryana mulai melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pedagang di pasar. Ia berdialog dengan para penjual dan pembeli untuk memperoleh data riil terkait harga serta kondisi pasokan barang kebutuhan pokok. Dari hasil monitoring tersebut, diketahui bahwa harga sembako relatif stabil meski terdapat beberapa komoditas yang masih berada pada angka cukup tinggi.
Adapun rincian harga kebutuhan pokok yang terpantau di lokasi antara lain beras berada di kisaran Rp13.000 per kilogram, minyak goreng Rp17.000 per kilogram, serta telur ayam mencapai Rp33.000 per kilogram. Sementara itu, komoditas jagung tercatat Rp10.000 per kilogram dan gula pasir berada di angka Rp17.000 per kilogram.
Untuk bahan pangan lainnya, kacang kedelai dijual dengan harga Rp19.000 per kilogram. Harga bawang merah terpantau cukup tinggi yakni Rp44.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp40.000 per kilogram. Di sektor protein hewani, daging ayam dijual Rp38.000 per kilogram dan daging sapi masih berada di angka Rp135.000 per kilogram.
Pelda Eryana menyampaikan bahwa secara umum kondisi harga di pasar masih dalam kategori stabil dan pasokan barang terbilang aman. Tidak ditemukan adanya kelangkaan maupun lonjakan harga yang signifikan dalam kegiatan tersebut. Hal ini menjadi indikator bahwa distribusi bahan pokok di wilayah Terisi berjalan dengan baik.
“Kegiatan monitoring ini penting untuk memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan pokok. Kami juga ingin memastikan tidak ada permainan harga yang merugikan warga,” ujarnya di sela kegiatan.
Selain memantau harga, Babinsa juga memberikan imbauan kepada para pedagang agar tetap menjaga kestabilan harga serta tidak melakukan penimbunan barang. Sementara kepada masyarakat, diimbau agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam mendukung stabilitas ekonomi lokal. Sinergi antara aparat dan masyarakat dinilai sangat penting dalam menjaga keseimbangan pasar, terutama menjelang momen-momen tertentu yang berpotensi memicu kenaikan harga.
Selama pelaksanaan kegiatan monitoring berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kendala berarti. Para pedagang pun menyambut baik kehadiran Babinsa yang dinilai membantu menciptakan rasa aman serta transparansi harga di pasar.
Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, diharapkan kondisi harga kebutuhan pokok di wilayah Koramil 1613/Terisi tetap terkendali dan masyarakat dapat menjalani aktivitas ekonomi dengan tenang. Monitoring akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika pasar yang bisa berubah sewaktu-waktu.,***






