Kistoday – Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Sertu Kadani, melaksanakan monitoring harga kebutuhan pokok masyarakat (sembako) di wilayah Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (29/3/2026). Kegiatan tersebut dilakukan di PD Pasar Singakerta, Desa Singakerta, sebagai bentuk pengawasan terhadap stabilitas harga bahan pokok di tingkat pasar tradisional.
Monitoring dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Dari hasil pemantauan di lapangan, ditemukan bahwa sebagian besar harga sembako mengalami kenaikan, meskipun ada beberapa komoditas yang masih stabil bahkan mengalami penurunan.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Sertu Kadani, harga beras tercatat berada di angka Rp12.000 per kilogram dan mengalami penurunan. Sementara itu, minyak goreng relatif stabil di harga Rp17.000 per kilogram.
Namun demikian, sejumlah bahan pokok lainnya justru mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Harga telur ayam kini mencapai Rp29.000 per kilogram, diikuti daging ayam yang naik menjadi Rp40.000 per kilogram. Daging sapi juga mengalami kenaikan dengan harga mencapai Rp130.000 per kilogram.
Selain itu, komoditas lainnya seperti gula pasir berada di angka Rp16.000 per kilogram, bawang merah Rp48.000 per kilogram, serta bawang putih Rp42.000 per kilogram, yang seluruhnya mengalami kenaikan harga. Kacang kedelai pun naik menjadi Rp19.000 per kilogram, sementara jagung berada di harga Rp11.000 per kilogram dengan tren serupa.
Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga pada sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat, yang berpotensi berdampak pada daya beli warga, khususnya di wilayah Kecamatan Krangkeng.
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari tugas aparat kewilayahan dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat serta mengantisipasi lonjakan harga yang tidak terkendali. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi jembatan informasi antara warga dan pemerintah.
Sertu Kadani menyampaikan bahwa selama pelaksanaan kegiatan monitoring berlangsung, situasi di pasar terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan maupun hal-hal menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di lokasi.
Langkah monitoring harga sembako ini dinilai penting sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi inflasi di tingkat daerah. Selain itu, hasil pemantauan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam mengambil kebijakan yang tepat guna menjaga kestabilan harga.
Dengan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja serta tidak melakukan pembelian berlebihan. Sementara itu, aparat dan instansi terkait diharapkan terus meningkatkan pengawasan guna memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar dan harga tetap terkendali.






