News Flash
Terpercaya, Kistoday.com - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di KISTODAY.COMTerpercaya, Kistoday.com - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di KISTODAY.COM
Kistoday.comPortal berita terpercaya dan akurat
Home🎮 GamesBreaking NewsTeknologiIndramayuTNIHiburan

Memuat Berita...

HomeProductsVideoProfile
Kistoday.com

Portal berita terpercaya dan akurat.

Informasi

  • Privacy Policy

Layanan

  • Langganan
  • Video Shorts
  • Kontak

Kontak Kami

WhatsApp:

Email:

© 2026 KISTODAY.COM - Portal berita terpercaya dan akurat. Diterbitkan oleh PT. LINTAS AKTUAL NUSANTARA.

Home
Breaking News
Kasus Koperasi Mekarsari: Pengacara Korban Lapor Dugaan TPPU ke Bareskrim
Kasus Koperasi Mekarsari: Pengacara Korban Lapor Dugaan TPPU ke Bareskrim
Breaking News

Kasus Koperasi Mekarsari: Pengacara Korban Lapor Dugaan TPPU ke Bareskrim

Redaksi Kistoday.com
•April 27, 2026 at 8:32 AM•0

Di tengah upaya penyelesaian kasus Koperasi Mekarsari, para korban simpanan berjangka kembali mendatangi Gedung Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI (Bareskrim Polri) untuk memenuhi panggilan penyelidik. Mereka melaporkan dugaan tindak pidana penggelapan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh beneficial owner Koperasi Simpan Pinjam Mekarsari berinisial MP.

Pengacara korban, Artahsasta Prasetyo Santoso, menyatakan bahwa pihaknya memenuhi panggilan dari laporan polisi yang telah mereka ajukan sebelumnya. "Kami memenuhi panggilan dari laporan polisi kami kepada Koperasi Mekarsari dengan agenda kami gelar pendahuluan," katanya. Sebelumnya, kasus ini sudah dilaporkan pada 7 April 2026 lalu, dengan total 141 korban yang tergabung dalam paguyuban.

Dugaan Pelanggaran dan Kerugian Korban

Dana simpanan berjangka para korban yang belum bisa dicairkan mencapai Rp 53 miliar. Mereka melaporkan MP atas dugaan pelanggaran Pasal 492 dan atau Pasal 486 jo Pasal 607 ayat 1,2 dan 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Salah satu korban, Daniel, mengaku bahwa total dana yang tidak bisa dicairkan olehnya dan keluarganya kurang lebih Rp 3,5 miliar, dengan jumlah yang ia taruh sendiri sekitar Rp 600 juta.

Para korban menduga bahwa tidak bisa dicairkannya simpanan berjangka mereka berkaitan dengan adanya pinjaman yang dilakukan MP ke koperasi. Berdasarkan laporan advance dan simpanan berjangka dan rekening di koperasi Mekarsari pada 20 Oktober 2025, MP tercatat mengambil uang koperasi sebesar Rp 167 miliar selama rentang waktu Januari 2015 - Agustus 2025, namun pengembalian baru Rp 3,7 miliar.

Sumber: Tempo.co Berita Metropolitan Jakarta dan Sekitarnya RSS

Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter
Advertisement
AD

Pasang Iklan Anda di Sini

Hubungi Redaksi Kami

Berita Terbaru

Kawasan Industri Losarang Tuai Polemik, Warga Ingin BLK Gratis Bukan Pelatihan Mahal
Indramayu

Kawasan Industri Losarang Tuai Polemik, Warga Ingin BLK Gratis Bukan Pelatihan Mahal

12 Mei
Peringati HUT ke-63, RS Tk. III 03.06.01 Ciremai Wujudkan Kepedulian Lewat Operasi Bibir Sumbing Gratis
TNI

Peringati HUT ke-63, RS Tk. III 03.06.01 Ciremai Wujudkan Kepedulian Lewat Operasi Bibir Sumbing Gratis

12 Mei
Rapat Paripurna DPRD Indramayu Bahas Pandangan Umum Fraksi atas Dua Raperda
Indramayu

Rapat Paripurna DPRD Indramayu Bahas Pandangan Umum Fraksi atas Dua Raperda

11 Mei
Penjualan Tiket Pelepasan Lampion Candi Borobudur Dibuka
Hiburan

Penjualan Tiket Pelepasan Lampion Candi Borobudur Dibuka

10 Mei
OJK Panggil Pemegang Saham KoinP2P
Hiburan

OJK Panggil Pemegang Saham KoinP2P

10 Mei
Lihat Semua Berita

Trending Now

Last 7 Days
No trending news available

BERITA TERKAIT

Kementerian HAM Kecam Kekerasan Anak Daycare Little Aresha
Breaking News

Kementerian HAM Kecam Kekerasan Anak Daycare Little Aresha

Kementerian HAM Kecam Kekerasan Anak Daycare Little Aresha

Kasus Korupsi Chromebook: Persidangan Tetap Digelar Meski Nadiem Makarim Dirawat
Breaking News

Kasus Korupsi Chromebook: Persidangan Tetap Digelar Meski Nadiem Makarim Dirawat

Persidangan kasus korupsi Chromebook tetap digelar meski Nadiem Makarim dirawat di rumah sakit.

Kasus Pembunuhan di Banten: Analisis Psikologis dan Dampak Narkotika
Breaking News

Kasus Pembunuhan di Banten: Analisis Psikologis dan Dampak Narkotika

Pembunuhan ibu tiri oleh seorang pria di Banten karena ponsel, menimbulkan pertanyaan tentang dampak narkotika dan psikotropika.

Korupsi di Sektor Pengadaan: Ancaman Serius bagi Keuangan Negara
Breaking News

Korupsi di Sektor Pengadaan: Ancaman Serius bagi Keuangan Negara

KPK temukan 446 kasus korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa dari total 1.782 kasus korupsi yang sedang ditangani.

Kasus Ade Armando dan Permadi Arya: Ancaman terhadap Kebebasan Berekspresi di Media Sosial
Breaking News

Kasus Ade Armando dan Permadi Arya: Ancaman terhadap Kebebasan Berekspresi di Media Sosial

Ade Armando dan Permadi Arya dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan dan provokasi.

Kontroversi di Balik Kata-Kata Timothée Chalamet tentang Balet
Breaking News

Kontroversi di Balik Kata-Kata Timothée Chalamet tentang Balet

Charlize Theron bergabung dengan banyak orang yang kecewa atas komentar Timothée Chalamet tentang balet dan opera.