Di tengah dunia hiburan yang terus berkembang, komentar yang tidak tepat dari seorang selebriti dapat menimbulkan kontroversi besar. Baru-baru ini, aktor muda Timothée Chalamet menjadi sorotan karena komentarnya tentang balet dan opera. Charlize Theron, aktris dan penari balet profesional, telah bergabung dengan banyak orang yang kecewa atas komentar Chalamet.
Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, Theron menyatakan bahwa komentar Chalamet tentang balet dan opera adalah "rekless" dan dapat merugikan seniman yang bekerja keras dalam bidang tersebut. Theron juga berbagi pengalaman pribadinya sebagai penari balet, di mana dia harus menghadapi cedera dan tekanan yang besar. "Itu mengajari saya untuk menjadi kuat, tapi juga borderline abusive," kata Theron. "Saya pernah mengalami infeksi darah dari luka yang tidak pernah sembuh, dan saya tidak pernah mendapatkan hari libur."
Reaksi dari Dunia Hiburan
Theron bukanlah satu-satunya yang kecewa atas komentar Chalamet. Banyak selebriti lain, termasuk Jamie Lee Curtis, Sam Taylor-Johnson, dan Misty Copeland, telah menyatakan kekecewaan mereka atas komentar tersebut. Sementara itu, sutradara film Italia Luca Guadagnino, yang pernah bekerja sama dengan Chalamet, membela aktor tersebut dengan mengatakan bahwa komentarnya tidak seharusnya menjadi polemik besar.
Theron juga berbagi tentang masa kecilnya yang sulit di Afrika Selatan, di mana ayahnya meninggal setelah ditembak oleh ibunya dalam pertahanan diri. Theron menggambarkan ayahnya sebagai "orang yang mabuk berat" dan mengatakan bahwa ibunya mengirimnya ke sekolah asrama karena ingin melindunginya dari kekerasan di rumah. "Saya masih ingat hari itu, ketika ayah saya mencoba masuk ke rumah kami dan ibu saya harus membela diri," kata Theron. "Itu adalah pengalaman yang sangat traumatis, tapi ibu saya berhasil melindungi saya dan dirinya sendiri."
Sumber: World news | The Guardian






