Kistoday – Aksi ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pembaharuan Cikedunglor di Balai Desa Cikedunglor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Selasa (21/4/2026), akhirnya berujung pada kesepakatan penting. Dialog terbuka yang sempat berlangsung panas kini menghasilkan komitmen bersama untuk penataan dan revitalisasi pasar desa.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu dihadiri unsur Forkopimcam serta aparat keamanan, termasuk peran aktif dari Koramil 1613/Terisi. Kehadiran TNI dalam kegiatan ini menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas selama aksi dan dialog berlangsung.
Sekitar 100 warga sebelumnya melakukan orasi dan pemasangan spanduk sebagai bentuk tuntutan terhadap pemerintah desa. Mereka mendesak penertiban aset desa, percepatan revitalisasi pasar, hingga pembentukan regulasi yang jelas melalui Peraturan Desa (Perdes).
Situasi kemudian mencair saat dilakukan audiensi di aula Balai Desa. Kepala Desa Cikedunglor, Aris Sugianto, bersama unsur Forkopimcam dan perwakilan masyarakat duduk bersama membahas berbagai tuntutan secara terbuka.
Dalam forum tersebut, Danposramil Cikedung dari Koramil 1613/Terisi, Peltu Wawan H, turut memberikan pernyataan penting. Ia menegaskan bahwa TNI hadir untuk memastikan keamanan serta menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah desa.
“Kami dari Koramil Terisi hadir untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Aspirasi masyarakat adalah hal yang wajar, namun harus disampaikan dengan tertib. Kami juga siap mendukung dan mengawal setiap kebijakan yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh pihak agar tetap menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar. Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta dialog. Kehadiran Koramil dinilai mampu meredam potensi konflik serta memastikan jalannya kegiatan tetap tertib.
Sementara itu, Kepala Desa Cikedunglor menyampaikan komitmennya untuk segera menata dan merevitalisasi pasar sesuai dengan visi misinya. Ia juga berjanji akan melakukan penertiban aset desa secara bertahap serta melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan.
Forkopimcam Cikedung juga menegaskan dukungannya terhadap rencana tersebut, dengan catatan seluruh proses harus mengikuti aturan yang berlaku serta dilakukan secara terencana.
Di sisi lain, perwakilan Aliansi Masyarakat Pembaharuan Cikedunglor menyatakan akan terus mengawal realisasi dari komitmen yang telah disepakati. Mereka berharap tidak ada lagi penundaan dalam pelaksanaan program yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.30 WIB ini akhirnya berjalan dengan aman dan kondusif. Tidak ada insiden berarti, meski sempat diwarnai dinamika dalam penyampaian aspirasi.
Peran Koramil 1613/Terisi dalam kegiatan ini kembali menunjukkan pentingnya kehadiran aparat teritorial dalam menjaga stabilitas wilayah. Dengan pendekatan persuasif dan humanis, potensi konflik dapat dikelola menjadi dialog yang produktif.
Peristiwa ini menjadi contoh bahwa komunikasi terbuka antara masyarakat dan pemerintah dapat menghasilkan solusi bersama, selama semua pihak mengedepankan kepentingan umum dan menjaga kondusivitas wilayah.






